Minggu, 21 Juni 2009

10 Jemariku Untukmu

Tangan kiriku merangkum demikian.

Jari kelingking kala berteman denganmu.

Jari manis saat kita semakin dekat dan melingkarkan

cincin pertunangan.

Jari tengah merangkum pertengkaran kita dan

saat-saat dimana aku berteriak "Fuck U !!!"

Jari telunjuk saat aku menyesali segala kemarahan dan ketidakbijakanku,

kulukis udara dengan jari ini sambil melamunkanmu.

Ibu jari untuk menyatakan penyesalanku,

sambil berkata "It's OK"


Jemari kelingking tangan kananku kuikatkan padamu kala kita berdamai lagi.

Jari manis kananku saat kita mengucap janji pernikahan dengan

sepasang cincin polos.

Jari tengah dan telunjuk mengacung bersamaan saat Aku bersumpah

senantiasa mencintai dan mengasihi kamu.

Dan Jempol untuk kesempurnaan yang senantiasa kudapatkan daripadamu.

10 Jemariku merangkum semua tentangmu,

tentang Kita.

Jumat, 05 Juni 2009

antara Kita dan Kata

hujan di setapak dan


jejak selaksa mengabur.


Kata menguap berdesing di antara


peluk dan curah hujan.


ada kita dan kata,


seucap demi seucap,


sepanjang kalimat yang tak pernah sampai

didayung hujan dan cinta bermusim-musim

lamanya.


Minggu, 10 Mei 2009

maka Tuhan yang dicari tercuri

Sebuah pengalaman masa kecil ketika Aku menggali ke liang-liang tanah berlubang, memompakan cairan pembunuh serangga guna memancing Ratu Semut keluar dari sarangnya menyeruak ketika Hari Raya Kenaikan Tuhan Yesus 21 Mei 2009 berlangsung.

Pencarian Ratu Semut yang bagi saya kala itu Maha Besar mengulik rasa ingin tahu dan jiwa petualanganku.

Beberapa saat usaha pencarianku yang melelahkan akhirnya membuahkan hasil. Sang Penguasa bawah tanah berwarna merah itu nyata-nyatanya muncul. Yang mengherankan Sang Ratu tidak jauh berbeda dari rakyat-rakyat semut lainnya. Bila saja ada yang membedakannya maka pembedanya mungkin hanyalah bentuk badannya yang sedikit lebih raksasa.

Aku kecewa.

Yup.It's the point.Mungkin disebabkan karna tidak ada sesuatupun yang lebih super seperti dalam bayangan saya pribadi.

Kesuperan dalam segala yang berbau Maha itu pulalah yang mungkin dahulu kucari dalam Tuhan yang kugenggam. Keyakinan yang hampir pasti diwariskan orang tuaku tidak membuatku bertanya lebih lanjut akan Apa dan Siapa Dia? Tetapi lebih pada mukjizat ataukah perbuatan maha hebat apa yang dahulu dilakukannya.

Cerita panjang pencarian dan gelembung pertanyaan akan kehadiran Tuhan-ku baru terjadi tatkala penyangkalan atau saluran realitas dibukukan dalam fiksi. Kesukaanku membaca novel membuatku turut melahap The Da Vinci Code karya Dan Brown ataupun The Templar Legacy-nya Steve Berry.

Inkorealitas antara agama dan pengetahuan (sains) dalam kedua novel tersebut pada akhirnya mengulik area kesadaran tidak hanya saya tetapi setiap orang untuk mulai mempertanyakan Siapakah DIA yang banyak orang anut dan percayai?

Pencarian akan wajah Tuhan juga turut kudengarkan dari ceritera salah seorang sahabatku. Dalam sebuah pembicaraan alot dengannya terungkap bagaimana kisah dirinya movement dari sebuah aliran kepercayaan hingga aliran kepercayaan lainnya. Seperti baris-berbaris semut yang berjejer setiap agama dicicipi untuk tahu ke-Maha-an Tuhan dalam agama tersebut.

Paradoks pencarian Tuhan berujung seperti pencarian Ratu Semutku kala itu. Segala Maha yang dicari akhirnya muncul dalam wujud yang tak terelakkan sama, sebanding dan tidak lebih Maha dari yang lainnya. Tuhan yang dicari pada akhirnya tidak juga diperolehnya,tercuri dan tanpa disadari terenggut. God made him an atheist.

Tercuri.

Barangkali itulah yang terjadi tatkala pencarian demi pencarian tidak menjawab setiap pertanyaan. Laiknya semut yang menggali jauh dalam ke tanah sambil mengibaskan setiap butir pasir yang mengitarinya, pencarian berujung seperti memisahkan setiap butir pasir kesalahan untuk menemukan batu ke(pem)benaran.

Memisahkan pasir?

Sulit?

Barangkali.

Pada ujungnya jawaban yang dikehedaki tidak ditemukan juga. Masalah iman hanya menyisakan seonggok pertanyaan bilamana disandingkan dengan sains. Penutup dalam buku Steve Berry menyatakan bahwasanya Paus Leo X (1513-21) yang juga seorang medici menyatakan pernyataan yang pendek, sederhana namun aneh mengingat Dia Kepala Gereja Katolik Roma saat itu : "Selama ini mitos kristus sudah sangat berguna bagi kita"

Mitos ataukah fakta kebenaran tentang iman hanya perlu diyakini dan dipercayai dengan mutlak untuk sejenak kebaikan manusia di dunia.

Kej. 30:33
Dan kejujuranku akan terbukti di kemudian hari, apabila engkau datang memeriksa upahku: Segala yang tidak berbintik-bintik atau berbelang-belang di antara kambing-kambing dan yang tidak hitam di antara domba-domba, anggaplah itu tercuri olehku."

Senin, 16 Maret 2009

berkunjunglah barang sejenak

Hampir berbulan ini ide dan kreativitas seperti menguap luruh dan blog ini seperti “jablai”.Tak tersentuh dan terjamah. Melihat perenungan, pengalaman ataupun aktivitas harian tiap-tiap orang yang berbeda yang kemudian dituangkan dalam cetakan blog-blog menimbulkan keresahan tersendiri.

Tentu saja keresahan ini sendiri berbasis pada pencerminan kreativitas diri sendiri yang semakin dangkal atau nihil. Berbulan resah halaman kosong itu akhirnya kuisikan dengan tulisan ini.

BERKUNJUNGLAH BARANG SEJENAK...

Kata singkat tadi tanpa sengaja kutemukan setelah mengobrak-abrik seluruh blog tiap-tiap orang.

Hampir seperti permintaan tolong kehabisan oksigen, kata singkat diblog ini mengundang tidak hanya saya tetapi sejenak satu, dua atau pelbagai orang lainnya untuk mengisi oksigen kehidupan di blog saya ini.

Dan karena itulah saya sebagai pemilik blog ini secara terbuka menuliskan hal ini supaya napas kehidupan di blog ini kembali berhembus.Nyatanya setelah menuliskan ini kata perkata melegakan.

Berkunjunglah barang sejenak, seperti mengundang tetamu masuk rumah dengan harapan banyak sisi positif yang diperoleh dari tamu yang hadir tersebut.

Laiknya tamu komunikasi merupakan hal yang pertama dan utama. Komunikasi verbal pertama dari blog diawali dengan meruntuhkan keegoisan diri sendiri untuk berkomunikasi verbal dengan batin.

Pertama kali Aku membuat blog ini dengan semangat berapi-api Aku mencoba menuangkan segala isi otak dan jiwaku dengan komunikasi aksara di selembar kertas kosong di internet blog. Hampir disetiap harinya dengan jadwal yang rutin Aku mengamati perkembangan dan pertumbuhan blog ini. Akulah tamunya.

Berkunjunglah barang sejenak, kata ini menjadi sumber inspirasi untuk kembali mengobservasi dan menjadi tamu yang memperbaharui komunikasi. Dan sejenak kata yang menggema ini menguratkan pembaharuan.

Pembaharuan untuk terus mencari makna diri sendiri melalui orang lain. Berkunjung dan menghampiri diri sendiri dan orang lain untuk senantiasa mencari inspirasi dan sejenak dengan rendah hati tidak pernah lupa berkata TOLONG BERKUNJUNGLAH BARANG SEJENAK... :D

Rabu, 21 Januari 2009

dari kenangan

dari hulu ke hilir
Aku dilanda rasa
yang sama, Rasa
Cinta yang tak
berbendung

Kamis, 15 Januari 2009

tak lagi lelah oleh lelapmu

Kamu suka Aku memelukmu erat sambil kita tiduran nonton TV sampai akhirnya kita terbawa ombak mimpi. Kala itu rengkuhan hanya sebatas biasa bahkan terlebih membosankan. Bagiku tak ada yang spesial dari sebelah tanganku yang merengkuhmu, lelah mungkin iya. Terlebih bagi diriku yang tidur dengan posisi memunggung.

Dan kali ini ketika segalanya berlalu dan aku tidur dengan kaos bertuliskan "be single, be free" Aku merindukan rengkuhan itu. Saat-saat ketika subuh datang dan Aku menatapmu dengan mata terkantuk terantuk RASA tapi tanganku yang lelah meraih lenyap untuk memelukmu.

Aku merindu semalam lagi dikamarmu dengan rengkuhan yang akhirnya bisa kueratkan mengelilingimu dan dunia mimpimu.

Semalam lagi tak kehilanganmu agar dapat kupastikan suatu harinya nanti kamu dapat tidur dengan bibir tersungging penuh senyuman.


Close your eyes and surrender to your
darkest dreams!
Purge your thoughts of the life
you knew before!
Close your eyes,
let your spirit start to soar!
And you'll live
as you've never lived before ...

You alone can make my song take flight -
help me make the music of the night

David Cook-The Music of The Night

Minggu, 14 Desember 2008

harapan sebuah malam

tidurkan aku dipelukmu,
agar senantiasa kudengar suara langkahmu
memasuki mimpiku

Jumat, 14 November 2008

engkau

sudahkah Engkau terbahak menertawai kegilaan fantasiku,
ataukah terkekeh karna aku menghamba pada Tuhan yang salah?

Katamu Tuhan itu jauh sangat,
tapi aku menemukannya sangat dekat padaku.

Dia ada diantara berpasang bola matamu,
mengawasiku hingga Aku menggelepar dalam ketiadaan.

dan jawabmu Tuhan seperti angin tak berlengan, berkaki, lagi tak berindera

Tergoda untuk menyelidik pada pusat semestaku, Tuhanku.

Engkau berlengan, berindera lagi berkaki,
tetapi tatkala Engkau jauh direnta zaman dan diuap angin melayang menjadi roh,
Aku kemudian menemukan jawab ini.

Rohmu tak berlengan tapi senantiasa merengkuhku dalam hangat,

tak berkaki tapi senantiasa selangkah dihadapku menghantuiku lewat isyarat yang ditangkap inderaku.

Lagi tak berindera karena segenap inderaku yang berpasang menjadi satu denganmu.

Aku punya Tuhan yang salah, rasa Cinta yang tak bermaksud.